Manusia haruslah menyadari bahwa perikemanusiaan sejati hanya bisa tercapai apabila kelima elemen yang ada di alam semesta ini diberdaya-gunakan sebagaimana mestinya. Bumi ini merupakan pangkalan suci bagi Sang Ilahi. Keempat elemen lainnya hanyalah merupakan lapisan pelengkapnya. Tanpa adanya pangkalan/dasar itu, maka elemen-elemen lainnya juga tidak akan bisa berfungsi. Oleh sebab itu, semua manusia yang hidup di atas bumi ini hendaknya saling bekerja-sama satu sama lainnya, melibatkan dirinya dalam kegiatan saling tolong menolong; sehingga dengan demikian, kehidupan sebagai manusia akan menjadi berarti.

Kualitas utama yang paling penting adalah kemurnian (puritas). Dewasa ini, segala sesuatu sudah mengalami polusi (pencemaran). Air, udara dan semua lima unsur lainnya sudah tercemari. Lalu bagaimanakah caranya untuk mencapai kemurnian? Yaitu dengan cara mengisi batinmu dengan pemikiran-pemikiran tentang Ketuhanan, dedikasikanlah setiap bentuk perbuatanmu kepada-Nya dan perlakukanlah Dia sebagai motivator utama di dalam dirimu.”

“Seluruh atmosfir (bumi) terisi dengan gelombang-gelombang elektromagnetik. Oleh karena adanya polusi dalam gelombang-gelombang tersebut, maka hati manusia juga mengalami pencemaran. Untuk memurnikan atmosfir ini, engkau perlu mengkidungkan nama Tuhan dan mensucikan kembali gelombang tadi. Di dalam udara yang kita hirup sudah terdapat polusi, demikian pula halnya dengan air yang diminum dan makanan yang disantap. Keseluruhan hidup kita sudah tercemar. Semuanya itu haruslah dimurnikan kembali dengan mengisi atmosfir dengan nama-nama Tuhan. Ucapkanlah nama Tuhan dengan penuh kegembiraan di dalam hatimu"
Loading...